Klasifikasi Lamtoro

Friday, December 18th, 2015 - Tanaman

Klasifikasi Lamtoro – Lamtoro (Leucaena leucocephala L.) Lamtoro dalam istilah ilmiah bernama Leucaena leucocephala L. Lamtoro umumnya berasal dari Filipina dengan nama giant ipil-ipil yang apabila diterjemahkan secara bebas berarti giant adalah raksasa sedangkan ipil-ipil berasal dari bahasa Filipina yang berarti lamtoro. Jadi giant ipil-ipil berarti lamtoro raksasa, tetapi lamtoro di Indonesia menjadi lamtoro gung.

lamtoro

Kalsifikasi Lamtoro

Adapun sistematika tanaman lamtoro adalah sebagai berikut :

  • Kerajaan : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Ordo : Fabales
  • Famili : Fabaceae
  • Genus : Leucaena
  • Spesies : Leucaena leucocephala L. (Suprayitno,dkk.,1995)

Lamtoro mudah beradaptasi dan segera saja tanaman ini menjadi liar di berbagai daerah tropis di Asia dan Afrika termasuk pula di Indonesia.Tanaman semak atau pohon tingggi sampai 2-10 m, bercabang banyak dan kuat, dengan kulit batang abu-abu dan 10enticels yang jelas. Daun bersirip dua dengan 3-10 pasang sirip, bervariasi dalam panjang sampai 35 cm, dengan glandula besar (sampai 5 mm) pada dasar petiole, helai daun 11-22 pasang/sirip, 8-16 mm x 1-2 mm, akut. Bunga sangat banyak dengan diameter kepala 2-5 cm,stamen (10 per bunga) dan pistil sepanjang 10 mm. Buah polong 14-26 cm x 1,5-2 cm,coklat pada saat tua. Jumlah biji 15-30 per buah polong, berwarna coklat.

Petai cina oleh para petani di pedesaan sering ditanam sebagai tanaman pagar, pupuk hijau dan segalanya. Petai cina cocok hidup di dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Petai cina di Indonesia hampir musnah setelah terserang hama wereng. Pengembangbiakannya selain dengan penyebaran biji yang sudah tua juga dapat dilakukan dengan cara stek batang.

Lamtoro mempunyai akar yang sangat kokoh, karena akar tunggangnya menembus kuat ke dalam tanah, sehingga pohon tidak mudah tumbang oleh tiupan angin. Akar rambutnya tidak terlalu besar dan semrawut sehingga tidak menonjol ke permukaan tanah, tetapi berfungsi untuk mencengkram tanah sehingga dapat merupakan pencegah kelongsoran tanah di sekitar pohon tersebut. Oleh karena itu lamtoro sangat baik bila ditanam di pinggir saluran-saluran irigasi. Akar lamtoro menembus ke dalam tanah, semakin besar pohonnya semakin dalam akar tunggangnya menembus kedalam tanah, sedangkan akar lainnya tetap seperti akar rambut yang perkembangannya tidak terlalu besar. Akar pohon lamtoro tidak bersifat merusak, karena akar rambut yang kurang semrawut tersebut dimanfaaatkan oleh pohon induknya, untuk menyimpan zat nitrogen dalam butiran-butiran yang dapat dilihat pada akar rambutnya. Butiran-butiran tersebut berisi nitrogen yang semula diserap dari udara bebas dan dari dalam tanah. Inilah sebabnya mengapa akar lamtoro agak kurang perkembangannya untuk menjadi besar dan tidaak menonjol keluar tanah.Karena akar lamtoro mengikat zat nitrogen, maka tanah disekitar pohon lamtoro akan kandungan yang terdapat dalam tanaman petai cina yang diperkirakan sebagai antiinflamasi adalah flavonoid. Flavonoid dalam bentuk aikon bersifat nonpolar, sedangkan dalam bentuk glikosida bersifat polar. Berdasarkan sifat flavonoid tersebut, maka untuk ekstraksi dapat digunakan etanol 70% sebagai bahan penyarinya, karena etanol 70% bersifat semi polar yang dapat melarutkan senyawa yang bersifat polar maupun non-polar. Selain itu, etanol 70% tidak menyebabkan pembengkakan membran sel dan memperbaiki stabilitas bahan obat terlarut. Biji dari buah petai cina yang sudah tua setiap 100 g mempunyai nilai kandungan kimia berupa zat kalori sebesar 148 kalori, protein 10,6 g, lemak 0,5 g, hidrat arang 26,2 g, kalsium 155 mg, besi 2,2 mg, vitamin A, Vitamin BI 0,23 mg.

Daun lamtoro mempunyai kandungan unsur-unsur kimia. Menurut Thomas (1992) daun dari lamtoro (Leucaena leucocephala L.) mengandung zat-zat

  • Abu (%) 11,00
  • Nitrogen (%) 4,20
  • Protein (%) 25,90
  • Serat kasar (%) 20,40
  • Calcium (%) 2,36
  • Kalium (%) 1,3-4,0
  • Fosfor (%) 0,23
  • Beta karoten (mg/kg) 536,00
  • Energi kotor (KJ/g) 20,10
  • Tannin (mg/g) 10,15

Menurut penelitian Widiarti dan Alrasjid (1998) bahwa serasah daun lamtoro dapat meningkatkan kesuburan tanah akan memperkaya tanah yang sejumlah unsur hara protein dan karbohidrat melalui dekomposisi serasah. Daur ulang unsur hara dari beberapa jenis pohon dalam upaya memelihara tingkat kesuburan tanah. Hasil dekomposisi menunjukkan jumlah unsure hara.Nitrogen dihasilkan selama dekomposisi lebih besar daripada pohon kaliandra dan gamal. Adapun unsur hara yang terkandung adalah Nitrogen, Besi , Kalium dan Pospor dengan urutan hasil unsur hara yang diperoleh adalah N> P> K> Fe.

Dengan kandungan unsur kimia yang ada pada daun lamtoro sangat bermanfaat sekali sebagai pupuk hijau yang dibutuhkan oleh setiap jenis tumbuhan-tumbuhan lainnya. Daun lamtoro yang mempunyai unsur kimia di atas, setelah gugur akan merupakan humus atau bunga tanah.

Lamtoro dimanfaatkan sebagai pupuk hijau yaitu untuk memupuk tanah yakni bagian-bagian muda seperti daun,tangkai dan batang.Untuk menambah bahan organik bagi tanah dan unsur-unsur lainnya terutama nitrogen (N). Lamtoro dikategorikan sebagai pupuk hijau karena mempunyai bakteribakteri rhizobium yang menempel pada akar tanaman tersebut.Bentuknya berupa bintil-bintil berwarna keputihan, sehingga dinamai pula bakteri bintil/kutil akar. Bintil-bintil akar yang umumnya terdapat pada tanaman dari family leguminosae ini jika bersimbiosis dengan tanaman dimana lamtoro menempel mempunyai kesanggupan mengikat nitrogen N dari udara bebas.Hal ini tentu amat menguntungkan.Sebab kecuali memperkaya hara N pada tanah, juga sekaligus memenuhi kebutuhan N bagi tanaman tersebut. Dengan demikian tak perlu mengisap N dari tanah sebagaimana tanaman umumnya tapi bisa mencukupikebutuhan sendiri lewat bantuan bintil akar.[tk]

Tags:

klasifikasi daun lamtoro, cara menanam lamtoro, pohon lamtoro, cara menanam petai cina, cara menanam pohon lamtoro, pohon lamtoro gung, tanaman lamtoro, daun lamtoro, klasifikasi tumbuhan lamtoro, budidaya lamtoro
Advertisement
Klasifikasi Lamtoro | admin | 4.5