Menanam Adenium Dengan Media Sekam Bakar

Friday, December 18th, 2015 - Bunga

Menanam Adenium Dengan Media Sekam Bakar – Sekam bakar dikenal sebagai campuran media yang cukup baik untuk mengalirkan air, sehingga media tetap terjaga kelembabannya. Namun selain arang, sekam juga punya kemampuan untuk menjernihkan air dan juga menghalang penyakit. Bahkan kandungan nitrogen yang dimilikinya, diyakini bisa meningkatkan kesuburan dari media tanaman.
Arang sekam atau sekam bakar adalah sekam yang sudah melewati proses pembakaran yang tak sempurna berwarna hitam. Proses sama dengan pembuatan arang, yaitu menghentikan pembakaran sebelum sekam jadi abu dengan cara ditutup atau disiram dengan air. Di situ, struktur bentuk tak jauh beda dengan sekam mentah/putih – berwarna hitam, karena sudah ikut hangus terbakar.
Sekam bakar sendiri di kalangan petani dan penghobi tanaman dikenal sebagai bahan untuk media tanam. Fungsinya, bisa untuk media tanam biasa yang dicampur dengan bahan lain, seperti kompos dan akar pakis maupun pasir malang. Sekam bakar juga dimanfaatkan sebagi media tanam untuk hidroponik, karena punya karakteristik yang istimewa. Komposisi kimiawi dari arang sekam sendiri terdiri dari SiO2 dengan kadar 52% dan C sebanyak 31%. Sementara kandungan lainnya terdiri dari Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO, dan Cu dengan jumlah yang kecil serta beberapa bahan organik lainnya. Dengan kandungan yang lengkap, membuat bahan ini jadi pilihan utama bagi penghobi tanaman hias untuk memberikannya dalam media tanam.

Menanam Adenium Dengan Media Sekam Bakar

Selain itu, secara fisik sekam bakar mempunyai bagian rongga yang besar, sehingga baik untuk media tanam, seperti adenium. Sebab, media tanam yang menahan air membuat bagian akar jadi lembab dan ini jadi awal bencana untuk adenium. Hasilnya pun sangat dekat pada penyakit busuk akar. Di situ, fungsi sekam bakar memang jadi salah satu media terpenting dalam pertumbuhan adenium. Sebab, campuran media yang disarankan adalah kompos, sekam baker, dan terakhir adalah pasir lava atau pasir malang. Komposisi sekam memang beragam, tapi setidaknya bisa mengisi hingga 25-50%, tergantung dari kondisi suhu udara lingkungan. Karakteristik fisik yang mempunyai berat sangat ringan dan kasar, membuat sirkulasi udara dan air dalam media tanam jadi lebih tinggi. Dengan banyaknya pori yang muncul, maka kemampuan menahan air juga baik dan diimbangi kehebatan untuk menyerap sinar matahari dari warnanya yang hitam. Kekuatan untuk menyerap dan menahan bakteri maupun gulma yang bisa menggangu tanaman, belum banyak diketahui oleh penghobi. Namun sudah banyak yang menggunakan dari faktor turun-temurun. Salah satunya adalah dengan mencampur dalam media tanam.
Kemampuan menangkal penyakit sendiri bisa dilihat dari kadar pH yang dimiliki cukup tinggi di kisaran 8.5 – 9.0. Dengan kadar yang dimiliki jelas bakteri dan gulma merugikan enggan untuk mendekat. Penempatan yang paling efektif adalah di bagian bawah pot untuk menghadang penyakit masuk lewat lubang sirkulasi. Caranya tak sulit, cukup berikan lapisan sekam bakar di bagian bawah pot, terutama pada lubang sirkulasi. Dengan adanya sekam baker, maka panyakit yang berusaha masuk lewat bawah pot akan tertahan dan mati. Sementara di bagian akar, tetap tumbuh dengan baik meski pH yang dimiliki tinggi, karena media di atasnya menggunakan campuran bahan lain. Penempatan ini memang sedikit aneh, karena di kalangan penghobi – bagian bawah pot biasanya diisi oleh material yang mempunyai volume besar, agar tak menghalangi air yang hendak keluar.

Di adenium agak beda, karena sedikit saja kena panyakit, akar bisa busuk dan adenium bisa rusak,” imbuh Mahendra yang akrab dipanggil Pak Pho ini. “Jadi, sangat penting mencegah penyakit masuk,” lanjutnya. Kemampuan untuk mengusir penyakit sebenarnya sudah dimiliki dan dikenal lama, yaitu pada proses penjernihan air. Di situ fungsinya, selain mengusir penyakit juga menyaring kotoran, sehingga air bisa jernih dan bebas penyakit. Bila di Gresik petani adenium menggunakan campuran biji kapuk untuk memperbesar bonggol, Pak Pho malah menggunakan sekam bakar. Alasannya, murah dan lebih tahan lama. Sebab, sekam mempunyai daya tahan lebih lama untuk hancur dan yang paling penting tak menimbulkan jamur seperti biji kapuk. Komposisi yang digunakan cukup ekstrim, dimana sekam bakar dicampur dengan kompos dan pasir malang dengan perbandingan 5:1:1. Angka yang besar, tapi hasilnya sangat evektif. Syarat memperbesar bonggol sendiri harus masuk pada media tanam yang lunak dan steril. Kebersihan dari kuman dan penyakit ini sangat penting, karena saat proses pembesaran otomatis kulit luar dari akar/bonggol jadi lebih lunak dan mudah terserang penyakit. Di situ sekam bisa memberikan dua fungsi, yaitu media lunak dan steril, karena prosesnya menggunakan suhu tinggi.
Masalah harga jadi satu alasan yang masuk akal untuk memilih sekam bakar sebagai media dominan. Sebab, sampah penggilingan padi ini bisa didapatkan dengan harga yang cukup ekonomis. Satu truk sekam mentah, harganya sekitar Rp 300-400 ribu. Sedangkan rendemen setelah dibakar mencapai angka 50%. Angka tersebut tentu cukup menarik dibandingkan menggunakan kompos atau pasir malang yang harus mengeluarkan uang setidaknya Rp 5 ribu untuk satu kantong. Dari situ, jelas sekam bakar lebih masuk akal digunakan terlebih bagi penghobi yang mengkomersilkan koleksinya, sehingga biaya produksi bisa ditekan apalagi bila mampu memproduksi sendiri. Dengan harga bahan baku yang tak mahal, didukung dengan mudahnya proses pembuatan. Bahkan untuk volume bahan baku satu truk medium, bisa dikerjakan satu hari dengan menggunakan 3-4 orang. Caranya beragam, tapi Pak Pho menyarankan untuk menggunakan model bakar dengan tungku kotak.
Di situ, model tungku berbentuk kotak dengan dinding dari beton dan di bawah terdapat kaki yang menyediakan rongga untuk bahan bakar. Berikan penahan kawat di bagian bawah. Selanjutnya, isi bagian atas dengan sekam mentah dan bakar di bagian bawah. Setelah bagian bawah terbakar, pukul perlahan pada kawat agar sekam yang terbakar bisa jatuh sebelum jadi abu. Selanjutnya, pindahkan arang yang panas ini ke lokasi baru. Jangan lupa untuk memberikan semprotan air untuk memastikan api sudah padam.
Cara yang lain juga bisa dilakukan adalah dengan membakar pipa besi yang di dalamnya sudah diisi dengan sekam mentah. Suhu yang panas akan membakar sekam jadi bentuk arang. Setelah matang, segera keluarkan dari dalam pipa dan jangan lupa untuk memberikan semprotan air. Meski punya kecepatan sama, tapi sekam yang jadi abu jauh lebih banyak dengan cara ini, karena porses pembakaran tak bisa dilihat. Terakhir bisa dengan model sangria, dimana sekam diletakkan di atas bahan yang di bawahnya sudah diberikan panas. Bisa menggunakan seng atau wajan besar. Aduk secara merata sampai dirasa cukup baru, sekam diangkat. Proses ini lebih aman, karena mudah dikontrol, tapi butuh waktu lebih lama dibandingkan cara sebelumnya.[tk]

Tags:

media tanam adenium, media tanam adenium yang baik, adenium, media adenium, pengertian tanaman adenium, media tanam untuk adenium, pengertian adenium, media yg bagus buat adenium, media tanam yang bagus untuk adenium, media tanam yang tepat untuk adenium
Advertisement
Menanam Adenium Dengan Media Sekam Bakar | admin | 4.5
Leave a Reply