Terbongkar, Cara Tepat Menanam Cabe Rawit Agar Berbuah Lebat

Friday, August 4th, 2017 - Sayuran, Tanaman

Terbongkar, Cara Tepat Menanam Cabe Rawit Agar Berbuah Lebat – Bukan hal yang mudah untuk bertanam cabe, banyak sekali yang gagal dan ada juga yang untung. Entah kenapa para petani hampir semua petani cabe tidak kapok dan tidak bosan terus menertus bertanam cabe. Tanaman ini sudah di kenal sejak dulu dan sampai sekarang semakin bertambah peminatnya termasuk anda.

Dari segi harganya, setiap tahunnya buah cabe masih mampu bersaing dengan produk pertanian lain dan di pasaran harga buah cabe cukup tinggi dan cenderung stabil. Untuk memperoleh hasil panen cabe yang optimal dan lebih menguntungkan, maka strategi budidaya cabe yang baik dan benar perlu sekali dimiliki oleh petani/pekebun, termasuk bagaimana cara supaya tanaman cabenya berbuah terus, buahnya lebat serta mempunyai proporsi tinggi tanaman yang ideal. Agar tanaman cabe berbuah terus, lebat dan pohonnya tinggi, maka tentu saja petani/pekebun harus mencari tahu tentang cara untuk mewujudkan hal tersebut. Dan kali ini, admin guruilmuan.blogspot.co.id akan berbagi pengetahuan yang menyangkut persoalan di atas.

Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membuat tanaman cabe berbuah lebat, pohon tinggi, serta berbuah terus.

  1. Gunakan Teknik Semai Cabe Steril Pro. Saat ini, teknik semai bibit cabe steril pro mulai populer di dunia pertanian modern. Teknik steril pro sebenarnya sudah pernah diposting di dalam website ini, dan saya sendiri berharap semoga anda juga sudah pernah membacanya. Teknik steril pro merupakan cara menyemai bibit/benih cabe dengan tanpa disebarkan langsung pada lahan tanah, melainkan dengan menggunakan kain yang dilembabkan menggunakan air bersih tanpa tercemar. Jadi, bibit-bibit cabe yang hendak disemai, kemudian diletakkan di atas kain-kain lembab tersebut dan dibiarkan berkecambah hingga terbentuknya bagian tumbuhan seperti kotiledon, tunas akar (radikula) dan tunas ujung batang (plumula). Perkecambahan biji dengan teknik steril pro ini diperkirakan membutuhkan waktu setidaknya 3 – 5 hari. Selama pemeliharaan, jangan lupa terus siram bibit dengan cara melembabkan bagian kain dimana tempat biji-biji cabe diletakkan. Setelah bibit-bibit tumbuh di atas kain yang lembab tersebut, maka langkah selanjutnya yaitu memindahkan benih yang telah berkecambah di wadah pot polybag kecil yang berisi campuran tanah+pupuk kandang dari kotoran hewan ternak yang dikeringkan. Barulah setelah itu tinggal di rawat hingga tanaman berumur sekitar di atas 20 – 25 hari, dan lalu langkah berikutnya yaitu memindahkan kembali bibit dalam wadah pot polibag kecil ke lahan bedengan yang sudah diberikan mulsa plastik. Untuk penggunaan teknik steril pro, anda dapat membaca ulasan (tutorial) artikelnya pada bagian berikut ini, klik: Cara Semai Cabe Steril-Pro, Dihasilkan Tanaman Serentak.
  2. Gunakan Larutan Pupuk Phonska Cair. Larutan pupuk phonska cair sangat manjur dalam membuat tanaman cabai menjadi lebih berkualitas. Larutan phonska cair ini terbukti dapat membuat tanaman cabe memiliki ukuran pohon yang tinggi-tinggi, lebih subur, serta nantinya akan mempunyai buah yang sangat lebat. Saya sendiri paling senang ketika membudidaya cabe selalu menggunakan larutan phonska cair tersebut. Karena selain pembuatannya yang sangat praktis, mudah, dan murah meriah, juga sangat berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Sebenarnya untuk artikel cara pembuatan larutan pupuk phonska cair sudah pernah saya tuliskan pada artikel di dalam blog guruilmuan ini, silakan anda dapat mempelajarinya, baca dan klik: Cara Pembuatan Larutan Pupuk Phonska Cair untuk Tanaman Cabe. Semoga dengan mengikuti cara-cara di atas, maka tanaman cabe anda akan berbuah lebat, berpohon tinggi dan tentunya subur.
  3. Lakukan Pendangiran dan Penyiangan Pada Cabe. Pendangiran dan penyiangan pada cabe merupakan dua hal mutlak yang penting dilakukan oleh petani/pekebun dalam merawat tanaman cabe. Terlepas daripada hal tersebut, faktor penyiraman juga merupakan tonggak sukses dalam budidaya/bercocok tanam cabe. Pendangiran, dilakukan untuk menggemburkan lahan dengan cara dicangkul kecil-kecil, dan penyiangan itu sendiri meupakan aktivitas yang ditunjukkan untuk membabat, membasmi atau memusnahkan gulma (rumput-rumput liar) yang dicurigai dapat menjadi kompetisi antara tanaman cabe dengan gulma. Untuk melakukan pendangiran dan penyiangan pada tanaman cabe, silakan anda baca artikel berikut ini sebagai panduan lengkapnya, baca dan klik: Cara Pendangiran dan Penyiangan Pada Tanaman Cabe Sesuai Prosedur yang Baik dan Benar.
  4. Lakukan Penyiraman dan Pemupukan. Pemupukkan pada tanaman cabe dapat dilakukan pada beberapa tahapan, dan tentunya harus disesuaikan dengan umur tanaman/dosis obat pertanian yang diberikan pada masing-masing tanaman cabe yang ditanam. Pada umumnya, saat semai bibit cabe di dalam wadah polybag, atau ketika pembesaran bibit tanam pada wadah pot, maka media tanam yang digunakan yakni tanah liat yang dicampurkan dengan pupuk kandang kering dari kotoran ayam dengan masing-masing perbandingan rata-ratanya yaitu: 3:1. Pada umur tanam di atas 1 bulan ke atas, biasanya jenis pupuk-pupuk dan obat-obat pertanian yang mengandung unsur Phospor, Nitrogen, Kalium, dan Kalsium mulai diberikan pada tanaman dengan periode tertentu hingga menjelang waktu panen nantinya. Sebaiknya pemberian pupuk baik itu pupuk organik maupun pupuk anorganik juga harus melihat umur tanaman, serta keberagaman varietas cabe yang ditanam, jangan sampai berlebihan dan juga kekurangan. Selain pemupukan, penyiraman pada tanaman cabe juga penting dilakukan secara bersiklus, sesuai kebutuhan tanaman cabe itu sendiri. Upayakan untuk penyiraman cabe dilakukan dengan menggunakan air bersih yang bebas dari limbah cair, deterjen, cairan sabun, atau campuran antara air yang tercemar lemak minyak tanah, dan bahan koloid lainnya.

Itulah tadi penjelasan tentang 4 cara agar tanaman cabe berbuah lebat, berbuah terus, dan pohonnya tinggi – subur, semoga bermanfaat untuk rekan-rekan remaja, bapak/ibu tani dimana saja anda berada.

Pertanian yang sering sekali kita geluti banyak sekali tekateki yang sampai sekarang ini belum terpecahkan, dan kita ini adalah petani cabe, pupuk apa yang cocok untuk cabe agar tanaman cabe subur dan berbuah lebat ?

  1. Menurunkan unsur Nitrogen (N). Tentu anda tahu dengan kandungan N pada tanaman, fungsi N untuk merangsang pertumbuhan daun dan menghijaukan daun. Jika kita memberikan unsur N maka tanaman cebe anda bukan sibuk menyiapkan pertumbuhan buah cebe melainkan untuk membuat daun atau cabang daun yang lebat. Tanaman cebe diturunkan unsur N bertahap dan sedikit-demisedikit terutama fase tanaman berbunga maka tanaman yang ditanam tidak kaget dan bertahap mulus pertumbuhannya. Biasanya unsur N dihasilkan dari pupuk Urea, sekitar 90% urea merupakan bahan N kimia bukan zat organik. Urea biasanya berbentuk butiran (prill) digunakan dalam pertanian sebagai pupuk kimia pemasok unsur nitrogen. Pada aplikasinya, urea akan terhidrolisis dan melepaskan ion amonium. Kandungan N pada urea biasanya terkandung 46%, namun yang tergunakan oleh tanaman biasanya separuhnya.
  2. Meningkatkan unsur Fosfor (P). Jika kandungan N di kurangi maka yang tentu tepat sekali pupuk yang mengandung unsur P apa saja, mulai tingkatkan unsur P pada fase pembentukan bunga dan fase pembentukan buah. Fungsi Fosfor (P) merupakan pelengkap atau perangsang pembentukan buah dan tentu sangat penting pupuk yang mengandung unsur ini di berikan pada tanaman cebe anda. Fosfor juga penting untuk fotosintesis, respirasi dan sintesa protein. Pupuk yang mengandung unsur (P) biasanya diabaikan petani, dan mereka tidak tahu bahwa tanaman meminta asupan unsur hara atau pupuk susulan yang tinggi dengan unsur (P). Untuk membedakan tanaman cebe anda kekurangan unsur (P) maka kita lihat pada bagian pohon. Tanaman cebe yang kekurangan fosfor biasanya memiliki daun yang kecil-kecil, seperti mengkerut, kaku, dan berwarna hijau gelap dan berantakan. Biasanya daun bawah atau daun tua sangat terlihat jelas gejalanya, maka penanggulanganya berikan pupuk yang mengandung unsur (P). Penyebabnya biasanya anda tidak memberikan pupuk dasar yang baik pada awal tanam, seperti pupuk dasar yang di butuhkan saat pertama kali tanam, ini menyebabkan daun anda keredil. Namun jangan ambil kesimpulan dahulu jika danu cebe anda keredil disebabkan kekurangan unsur (P), karena tanaman cebe bisa saja terjadi karena serangan penyakit, maka sebelum menanggulangi lihat dahulu daunnya atau dampak yang terlihat.
  3. Meningkatkan kandungan pupuk Kalium (K). Setelah meningkatkan unsur (P) Kalium juka anda harus tingkatkan, kalium sangat dibutuhkan pada fase cebe anda sudah berbuah. Tanaman cebe yang kekurangan kalium biasanya menghasilkan buah yang tidak merata. cebe anda sangat rakus ketika buah sudah terbentuk.
  4. Memberikan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh). Sudah tidak asing lagi menurut saya soal ZPT ini, banyak tersedia di pasaran yang menjual (ZPT), pilih yang cocok di daerah anda, maksudnya kondisi tanah anda. Pemberian (ZPT) jika anda membuat cebe organik maka anda harus membuatnya secara manual dengan bahan organik yang ada di sekitar kita. Dan jika yang non-organik anda cukup membelinya di toko pertanian.[cb]

Tags:

agar cabe cepat berbuah, cara tanam xabe rawit hijau buah lebat, Jangan bosan menanam cabe rawit, Kotoran ayam utk buah cabai lebat, membuat pupuk phonska cair com, penyemaian cabe steril pro, perawatan cabe dengan phonska, pupuk perangsang buah cabe rawit, semai steril pro, teknik tanam cabai rawit
Advertisement
Terbongkar, Cara Tepat Menanam Cabe Rawit Agar Berbuah Lebat | admin | 4.5
Leave a Reply