Metode Sistem Budidaya Tanaman Hidroponik

Sunday, December 20th, 2015 - Hidroponik

Metode Sistem Budidaya Tanaman Hidroponik – Sistem hidroponik substrat merupakan metode budidaya tanaman di mana akar tanaman tumbuh pada media porus selain tanah yang dialiri larutan nutrisi sehingga memungkinkan tanaman memperoleh air, nutrisi, dan oksigen secara cukup. Substrat adalah dapat menyerap dan menghantarkan air, tidak mempengaruhi pH air, tidak berubah warna tidak mudah lapuk. Karakteristik substrat harus bersifat inert dimana tidakmengandung unsur hara mineral. Media tanam hidroponik harus bebas daribakteri, racun, jamur, virus, spora yang dapat menyebabkan patogen bagi tanaman. Fungsi utama substrat adalah untuk menjaga kelembaban, dapat menyimpan air dan bersifat kapiler terhadap air. Media yang baik bersifat ringan dan dapat sebagai penyangga tanaman
Hidroponik substrat menggunakan media buatan, umumnya pasir dan arang sekam, yang cara penanamannya hampir sama dengan bertanam biasa menggunakan tanah dalam pot. Sistem hidroponik substrat merupakan metode budidaya tanaman di mana akar tanaman tumbuh pada media porus selain tanah yang dialiri larutan nutrisi sehingga memungkinkan tanaman memperoleh air, nutrisi, dan oksigen secara cukup. Substrat adalah dapat menyerap dan menghantarkan air, tidak mempengaruhi pH air, tidak berubah warna tidak mudah lapuk.

sistem-hidroponik
Karakteristik substrat harus bersifat inert dimana tidak mengandung unsur hara mineral. Media tanam hidroponik harus bebas dari bakteri, racun, jamur, virus, spora yang dapat menyebabkan patogen bagi tanaman. Fungsi utama substrat adalah untuk menjaga kelembaban, dapat menyimpan air dan bersifat kapiler terhadap air. Media yang baik bersifat ringan dan dapat sebagai penyangga tanaman.
Substrat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sekam dan pasir malang. Karena menggunakan lebih dari satu macam substrat, maka harus dilakukan perbandingan yang sesuai yaitu perbandingan 1:1. Pasir yang akan dipergunakan sebagai media hidroponik mempunyai bobot yang beratdan porositas yang kurang, sebelum dipergunakan harus disterilkan. Media pasir cocok untuk hidroponik selada, sawi, bayam dan kangkung. Arang sekam (kulit gabah) mempunyai porositas yang sangat baik dan tidak perludi seterilkan tapi hanya dapat dipergunakan untuk 2 kali penanaman.Media ini cocok untuk tanaman sawi, paprika dan mentimun.
Nutrisi hidroponik dibuat dengan menggabungkan hara makro dan hara mikro sesuai kebutuhan tanaman. Untuk menghasilkan larutan siap pakai sebanyak 20 L air, diperlukan bahan pekatan A dan B masing-masing sebanyak 20 ml. Pekatan A terdiri dari kalsium nitrat, kalium nitrat dan Fe-EDTA. Sedangkan pekatan B terdiri dari kalium hidrofosfat, ammonium sulfat, magnesium sulfat, cuprisulfat, zinc sulfat, asamborat, mangansulfat, ammonium molibdat dan kalium sulfat. Setelah pekatan AB terbentuk, tahap selanjutnya adalah menghitung EC larutan dengan EC meter, dimana EC yang dikehendaki adalah 2 dan bila lebih dari 2 perlu ditambahkan air hingga EC turun menjadi 2. Dalam sistem substrat larutan diberikan ke dalam kolom-kolom pertanaman.
Sistem hidroponik substrat merupakan metode budidaya tanaman dimana akar tanaman tumbuh pada media porus selain tanah yang dialiri larutan nutrisi sehingga memungkinkan tanaman memperoleh air, nutrisi, dan oksigen secara cukup. Kelebihan hidroponik jenis ini dapat menyerap dan menghantarkan air, tidak mempengaruhi pH air, tidak berubah warna, tidak mudah lapuk
Kelembaban sangat dipengaruhi oleh suhu. Kelembaban di sini akan berpengaruh terhadap proses-proses yang berlangsung di dalam pertumbuhan tanaman. Untuk itu, dalam hidroponik substrat harus diketahui apakah kelembaban yang terbentuk telah sesuai dengan syarat tumbuh tanaman, bila belum hendaknya perlu ditambahkan peralatan-peralatan yang mendukung kestabilan kelembaban. Pada budidaya hidroponik sistem substrat dengan berbagai perpaduan antara lain pasir, pakis, campuran pakis dan pasir, pasir malang.
Kelebihan hidroponik substrat yaitu pertumbuhan tanaman lebih baik karena terdapat sirkulasi yang baik pada bagian akar dan penggunaan nutrisi lebih efisien. Kekurangan hidroponik substrat ini yaitu tidak cocok digunakan pada daerah yang belum dialiri listrik, memerlukan tenaga ahli, memerlukan kecermatan dan pemantauan aliran nutrisi, butuh suplai listrik terus menerus, bila terjadi infeksi penyakit terhadap satu tanaman, maka seluruh tanaman akan tertular dalam waktu singkat, dan butuh investasi awal besar.
Floating hidroponic system (FHS) merupakan suatu budidaya tanaman (khususnya sayuran) dengan cara menanamkan /menancapkan tanaman pada lubang styrofoam yang mengapung diatas permukaaan larutan nutrisi dalam suatu bak penampung atau kolam sehingga akar tanaman terapung atau terendam dalam larutan nutrisi. Pada sistem ini larutan nutrisi tidak disirkulasikan, namun dibiarkan pada bak penampung dan dapat digunakan lagi dengan cara mengontrol kepekatan larutan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini perlu dilakukan karena dalam jangka yang cukup lama akan terjadi pengkristalan dan pengendapan pupuk cair dalam dasar kolam yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Sistem ini mempunyai beberapa karakteristik seperti terisolasinya lingkungan perakaran yang mengakibatkan fluktuasi suhu larutan nutrisi lebih rendah, dapat digunakan untuk daerah yang sumber energi listriknya terbatas karena energi yang dibutuhkan tidak terlalu tergantung pada energi listrik (mungkin hanya untuk mengalirkan larutan nutrisi dan pengadukan larutan nutrisi saja).
Pada sistem FHS larutan nutrisi tidak disirkulasikan, namun dibiarkan pada bak penampung dan dapat digunakan lagi dengan cara mengontrol kepekatan larutan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini perlu dilakukan karena dalam jangka yang cukup lama akan terjadi pengkristalan dan pengendapan pupuk cair dalam dasar kolam yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Sistem ini mempunyai beberapa karakteristik seperti terisolasinya lingkungan perakaran yang mengakibatkan fluktuasi suhu larutan nutrisi lebih rendah, dapat digunakan untuk daerah yang sumber energi listriknya terbatas karena energi yang dibutuhkan tidak terlalu tergantung pada energi listrik (mungkin hanya untuk mengalirkan larutan nutrisi dan pengadukan larutan nutrisi saja).
Selain harus tetap menjaga sirkulasi larutan nutrisi juga perlu diperhitungkan konsentrasi larutan nutrisi karena hal tersebut sangat mempengaruhi perkembangan tanaman. Konsentrasi larutan nutrisi dapat diperoleh dengan mengetahui nilai EC (Electric Conductivity). Nilai EC dapat didapat dengan cara mengukur nilai resistensi pada larutan nutrisi. Tidak hanya kelangsungan sirkulasi larutan yang memegang peranan penting tetapi juga konsentrasi larutan dapat diketahui dengan mengukur nilai EC (dengan menggunakan EC meter).
Selain EC dan konsentrasi larutan nutrisi, suhu dan pH merupakan komponen yang sering dikontrol untuk dipertahankan pada tingkat tertentu untuk optimalisasi tanaman. Suhu dan pH larutan nutrisi dikontrol dengan tujuan agar perubahan yang terjadi oleh penyerapan air dan ion nutrisi tanaman dapat dipertahankan. Kelebihan dari sistem ini adalah dapat memanfaatkan lahan sempit. Hidroponik yang paling mudah dan sederhana, tidak memerlukan keahlian mendalam, hemat listrik dan untuk kekurangan adalah kemungkinkan tanaman akan kekurangan oksigen cepat terjadi peningkatan suhu, memerlukan pemantauan pH dan kepekatan lebih rutin, pertumbuhan akar sering terganggu.
Nutrient film technique (NFT) merupakan salah satu tipe spesial dalam hidroponik. Konsep dasar NFT ini adalah suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen. Tanaman tumbuh dalam lapisan polyethylene dengan akar tanaman terendam dalam air yang berisi larutan nutrisi yang disirkulasikan secara terus menerus dengan pompa. Daerah perakaran dalam larutan nutrisi dapat berkembang dan tumbuh dalam larutan nutrisi yang dangkal sehingga bagian atas akar tanaman berada di permukaan antara larutan nutrisi dan styrofoam, adanya bagian akar dalam udara ini memungkinkan oksigen masih bisa terpenuhi dan mencukupi untuk pertumbuhan secara normal.
Beberapa keuntungan pemakaian NFT antara lain dapat memudahkan pengendalian daerah perakaran tanaman, kebutuhan air dapat terpenuhi dengan baik dan mudah, keseragaman nutrisi dan tingkat konsentrasi larutan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dapat disesuaikan dengan umur dan jenis tanaman, tanaman dapat diusahakan beberapa kali dengan periode tanam yang pendek, sangat baik untuk pelaksanaan penelitian dan eksperimen dengan variabel yang dapat terkontrol dan memungkinkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman dengan high planting density. Namun NFT mempunyai beberapa kelemahan seperti investasi dan biaya perawatan yang mahal, sangat tergantung terhadap energi listrik dan penyakit yang menjangkiti tanaman akan dengan cepat menular ke tanaman lain.
Ada dua system irigasi yang sering diterapkan pada penanaman tanaman dengan metode hidroponik, ada yang dikenal dengan istilah irigasi sistem NFT dan ada pula yang dikenal dengan irigasi tetes hidroponik substrat. Hidroponik dengan sistem irigasi sangatlah efisien bila diterapkan pada penanaman tanaman dengan metode hidroponik yang dilakukan di rumah atau pekarangan, karena dengan sistem irigasi ini penggunaan air menjadi lebih hemat.
Dalam sistem irigasi hidroponik NFT (Nutrient Film Technique), air dialirkan ke deretan akar tanaman secara dangkal. Akar tanaman berada di lapisan dangkal yang mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan tanaman. Perakaran dapat berkembang di dalam nutrisi dan sebagian lainnya berkembang di atas permukaan larutan. Aliran air sangat dangkal, jadi bagian atas perakaran berkembang di atas air yang meskipun lembab tetap berada di udara. Di sekeliling perakaran itu terdapat selapis larutan nutrisi.
Kata film pada hidroponik NFT menunjukkan aliran air yang sangat tipis berkisar 3 mm. Dengan demikian, hidroponik ini hanya menggunakan aliran air (nutrisi) yang bersikulasi selama 24 jam terus-menerus sebagai medianya. Keunggulan sistem hidroponik ini antara lain air yang diperlukan tidak banyak, kadar oksigen terlarut dalam larutan hara cukup tinggi, air sebagai media mudah didapat, pH larutan mudah diatur, dan ringan sehingga dapat disangga dengan talang. Pada teknik NFT, tanaman ditegakkan di talang berbentuk segi empat yang biasanya digunakan untuk talang rumah atau pipa pvc berdiameter 2,5″ , 3″ , 4″. Bisa juga fiberglass yang dirancang khusus. Agar tanaman tumbuh tegak jika anda menggunakan talang tanaman rockwool sebagai media tanam diselipkan pada styrofoam yang disambung-sambung di sepanjang permukaan atas talang sehingga aliran air di talang ini terlindungi dan bagian dasar talang menjadi gelap sehingga lumut tidak akan tumbuh begitu juga pada penanaman yang menggunakan pipa pvc. Umumnya styrofoam yang dipasang dalam talang mempunyai ketebalan 1 cm hingga 3 cm dan panjangnya 100 cm. Styrofoam tersebut dilubangi 1.5 cm dengan jarak 15-20 cm untuk sayuran daun dan 30-40 cm untuk tanaman buah. Peralatan lainnya yang mutlak dibutuhkan yaitu tangki penampung dan pompa. Tangki penampung nutrisi terbuat dari plastik atau galvanis dan ukurannya tergantung pada populasi tanaman. Tangki penampung dilengkapi dengan pompa untuk mendorong larutan nutrisi agar tanaman masuk ke dalam jaringan distribusi atau inlet.
Faktor lingkungan sangat berpengaruh pada keberhasilan usaha hidroponik. Budidaya hidroponik dipengaruhi oleh komponen alami yang hendaknya dikendalikan dan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang usaha produksi. Faktor lingkungan yang umumnya berpengaruh pada budidaya hidroponik yaitu curah hujan, kelembaban, cahaya, temperatur, elevasi dan angin.
Kecukupan cahaya hendaknya dimanfaatkan dengan memberikan konsentrasi hara lebih tinggi. Pada temperatur yang tinggi, reaksi kimia akan berjalan cepat sehingga pertumbuhan tanaman menjadi pesat. Dalam sistem irigasi hidroponik NFT (Nutrient Film Technique), air dialirkan ke deretan akar tanaman secara dangkal.Akar tanaman berada di lapisan dangkal yang mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan tanaman.Perakaran dapat berkembang di dalam nutrisi dan sebagian lainnya berkembang di atas permukaan larutan. Aliran air sangat dangkal, jadi bagian atas perakaran berkembang di atas air yang meskipun lembab tetap berada di udara. Di sekeliling perakaran itu terdapat selapis larutan nutrisi.
Kebaikan sistem ini ialah kadar pertumbuhan pokok adalah tinggi dan juga menjimatkan baja dan air. Akan tetapi sistem ini juga ada keburukannya. Jika aliran air terlalu deras, kotoran atau akar-akar halus yang terlepas akan menyumbat seluruh sistem dan boleh menyebabkan kematian pokok. Ini dapat dielakkan dengan menapis air laruran yang masuk semula ke dalam tangki baja.
Prinsip aeroponik cukup sederhana yaitu menyediakan nutrisi sekaligus memberikan air yang kaya akan oksigen ke tanaman dengan cara penyemprotan air yang mengandung nutrisi tersebut. Akar tanaman dikondisikan tidak terendam air atau tergantung pada media sterofoam yang sudah disediakan diatas kolam. Kelebihan dari sistem ini adalah tumbuhan mendapat suplay oksigen yag sangat banyak sehingga proses respirasi menjadi sangat optimal. Hasilnya akan diketahui bahwa sistem ini memiliki kapasitas penyediaan yang lebih dari yang lain baik dari segi nutrisi ataupun oksigen. Kelemahan sistem ini adalah penggunaan pompa listrik yang sangat bergantung pada ketersediaan listrik sehingga jika pompa yang digunakan untuk menyemprotkan air dan nutrisi tersebut mati maka yang terjadi adalah tanaman yang ditanam juga akan mati.[tk]

Tags:

metode hidroponik, yhs-1, budidaya tanaman hidroponik ppt, sebutkan 4 metode dalam hidroponik, hidroponik metode substrat, apa tujuan media tanam disterilkan pada teknik penanaman hidroponik, macam2 sistem hidroponik, 4 metode dalam hidroponik, hidroponik substrat adalah, syarat tumbuh hidroponik
Advertisement
Metode Sistem Budidaya Tanaman Hidroponik | admin | 4.5
Leave a Reply