Pemanfaatan Zeolit Untuk Media Tanam Hidroponik

Friday, December 18th, 2015 - Hidroponik

Pemanfaatan Zeolit Untuk Media Tanam Hidroponik – Hidroponik adalah istilah yang telah umum dikenal khususnya bagi mereka yang bahagia berkecimpung dengan kegiatan tanam-menanam semacam: bunga, sayuran dan buah-buahan di dalam pot. Hidroponik adalah metoda bertepat tanam pada media tumbuh tanaman (MTT) bukan tanah; bisa memakai air, pasir, kerikil, arang alias bahan lain yang dicampur dengan bahan-bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.
Dengan terus sempitnya lahan-lahan pertanian di kota-kota, hidropnik menjadi metoda pertumbuhan pilihan yang layak bisa dipergunakan untuk menghasilkan beberapa tipe sayuran dan buah-buahan. Berkah intensifnya penelitian di bidang hidroponik, tutorial bertepat tanam telah disederhanakan sedemikian rupa jadi orang yang tak punya pengalaman bertepat tanam sekalipun bisa menanam tanaman dengan metoda hidroponik.

Zeolit Untuk Media Tanam Hidroponik

Di negara-negara maju, unit-unit pertumbuhan hidroponik dengan memakai media air tak sedikit dipasarkan oleh agen-agen hidroponik. Zat makanan yang diperlukan tanaman Unsur hara ) dilarutkan ke dalam media air dan dengan bantuan kawat penyangga, tanaman yang diharapkan ditumbuhan di atasnya. Untuk operasionalnya, pemakaian unit-unit pertumbuhan hidroponik tetap terasa mahal dan memerlukan perhitungan pupuk yang agak rumit.
Pemakaian MTT bukan air dalam prakteknya lebih mudah dan tak memerlukan unit-unit pertumbuhan hidroponik yang khusus. Lumayan MTT dimasukan ke dalam kantong plastik, ember alias wadah lain, media tersebut siap dipakai untuk penanaman beberapa tipe tanaman yang dikehendaki. Uraian berikut, yang dimaksud dengan MTT adalah media yang berbentuk padat yang terbuat dari campuran beberapa bahan. Pada umumnya, MTT yang terdapat saat ini, terdiri dari campuran bahan-bahan yang bisa mendukung pertumbuhan tanaman. Dalam pembuatan MTT sifat fisik dan kimia media wajib diperhitungkan supaya tanaman bisa tumbuh optimal. Diantara sifat-sifat fisik yang penting dan butuh diperhitungkan dalam pembuatan MTT adalah bobot isi, ruang pori dan daya pegang air.
Untuk mendapatkan sifat fisik yang baik, MTT umumnya ditambahkan beberapa campuran semacam cocopeat alias gambut akar alias bahan lain yang bisa mengurangi bobot isi dan meningkatkan ruang pori dan daya pegang air. Sifat-sifat kimia MTT yang penting adalah pH, konduktivitas listik (KL), dan kapasitas tukar kation (KTK). Media umumnya dibangun pada pH antara 6,5 hingga 7,0. MTT yang baik adalah media yang memiliki daya sangga (buffer) lumayan tinggi kepada KL. Artinya tetap memiliki KL rendah meskipun ditambahkan pupuk lumayan tak sedikit ke dalam media tersebut. Tingginya KL dikarenakan oleh kandungan anion yang tinggi dalam media khususnya nitrat. KL yang rendah sangat diperlukan supaya tanaman mudah menyerap unsur hara yang terdapat dalam media tersebut.
Salah satu kelemahan dari MTT yang ada kini adalah rendahnya daya sanggah kepada KL. Rendahnya daya sangga kepada KL dikarenakan oleh rendahnya kualitas KTK alias daya pegang media tersebut kepada unsur-unsur hara. Nitrogen dalam bentuk amonium yang diberbagi ke dalam MTT segera berubah menjadi nitrat. Nitrat yang terdapat dalam media menyebabkan KL-nya meningkat dan akhirnya menyulitkan sistem pengambilan unsur hara dari media tersebut. Untuk mengurangi KL sebuahMTT bisa ditempuh dengan tutorial mengurangi jumlah pupuk yang ditambahkan ke dalam media tersebut, khususnya nitrogen. Pupuk yang diberbagi ke dalam media meningkatkan kualitas KL pasti saja pengurangan jumlah pupuk berdampak bertidak lebihnya unsur hara dalam MTT. Untuk menanggulanginya, sejumlah pupuk nitrogen ditambahkan lagi dalam MTT apabila ada tanda-tanda ketidak lebihan nitrogen alias meningkatkan jumlah MTT dalam pot.
Pekerjaan ini pasti saja tak disukai oleh mereka yang ingin bekerja lebih praktis dan efisien. Oleh sebab itu, supaya pupuk yang ditambahkan ke dalam MTT lebih tak sedikit dengan tetap menjaga KL serendah mungkin, diperlukan sebuahbahan yang memiliki daya sanggah tinggi kepada KL. Bahan tersebut bisa dipilih dari bahan yang memiliki KTK tinggi dan bisa menjerap amonium alias nitrat. Untuk kebutuhan tersebut di atas, zeolit adalah bahan yang bisa memenuhi persyaratan, sebab zeolit memiliki KTK tinggi dan bisa menjerap amonium. Dengan bahan baku zeolit, bisa dibangun media yang memiliki sifat fisik maupun kimia yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Untuk membedakan dengan MTT yang lain, media tersebut dinamakan zeoponik.[tk]

Tags:

hidroponik pdf, tanaman hidroponik pdf, cara bertanam hidroponik pdf, cara menanam sayuran hidroponik pdf, ebook hidroponik, media tanam zeolit, hidroponik dengan zeolit, pasir zeolit untuk tanaman, media eolit, zeolit hidroponik
Advertisement
Pemanfaatan Zeolit Untuk Media Tanam Hidroponik | admin | 4.5
Leave a Reply