Unsur Hara Mikro

Friday, December 18th, 2015 - Nutrisi

Unsur Hara Mikro – Unsur Hara Mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi fungsinya penting dan tidak tergantikan. contoh Unsur Hara Mikro atara lain Molibdenum (Mo), Besi (Fe), Boron (B), Seng (Zn), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), dan Khlor (Cl)

Besi (Fe)

Fe dibutuhkan untuk sintesis klorofil dan merupakan bagian sitokron yang esensial yang berperan sebagai pembawa elektron dalam fotosintesis dan respirasi. Selain itu Fe merupakan bagian yang esensial dari peredoksin dan nitrat reduktase, serta berperan mengaktifkan enzim-enzim lain. Gejala defisiensi Fe mirip dengan Tonny K. Moekasan dan Laksminiwati Prabaningrum (2011). Defisiensi Mg, yaitu klorosis tetapi di daun muda. Gejala keracunan Fe tidak selalu terjadi pada kondisi alami, tetapi teramati setelah aplikasi penyemprotan dimana tampak seperti ada spot nekrosis dan tepi daun hangus

Mangan (Mn)

Mn mengaktifkan satu atau lebih enzim dalam sintesis asam lemak. Enzim tersebut bertanggung jawab untuk pembentukan DNA dan RNA. Selain itu juga mengaktifkan enzim isositrat dehidrogenase dalam siklus Krebs. Mn berpartisipasi langsung dalam fotosistensis dalam memproduksi O2 dari H2O dan juga berperan dalam pembentukan klorofil. Gejala awal defisiensi Mn adalah klorosis antar tulang daun pada daun muda atau tua, tergantung pada spesies tanaman. Gejala lanjut adalah bercak nekrotik. Gejala keracunan adalah kadang-kadang tampak klorosis, terjadi defisiensi Fe, dan pertumbuhan tanaman terhambat.

Unsur Hara Mikro

Tembaga (Cu)

Cu berperan sebagai pembawa elektron dan merupakan bagian dari enzim-enzim tertentu, merupakan bagian dari plastosianin yang terlibat dalam fotosistesis dan juga merupakan bagian dari polifenol oksidase dan nitrat reduktase. Cu kemungkinan juga terlibat dalam fiksasi N2. Gejala defisiensi Cu secara alami jarang terjadi. Daun muda menjadi berwarna hijau gelap dan memutih atau berubah bentuk, dan kadang-kadang dengan spot nekrotik. Gejala keracunan menunjukkan pertumbuhan tanaman terhambat, diikuti oleh gejala klorosis Fe, kerdil, cabang berkurang dan lain-lain.

Seng (Zn)

Zn dibutuhkan untuk pembentukan hormon asam indol asetat serta mengaktifkan enzim alkohol dehidrogenase, asam laktat dehidrogenase, asam glutamat dehidrogenase dan karboksipeptidase. Defisiensi Zn menyebabkan ruas tanaman memendek dan ukuran daun mengecil, pinggiran daun mengerut, kadang-kadang terjadi klorosis interveinal. Gejala kelebihan Zn pada umumnya menyebabkan klorosis pada daun muda, seperti defisiensi Fe.

Boron (B)

Peran B dalam tanaman belum diketahui dengan pasti. Kemungkinan B dibutuhkan dalam transport karbohidrat di dalam floem. Gejala defisiensi bervariasi tergantung pada spesies tanaman, seperti jaringan meristem cabang dan jaringan meristem akar mati serta ujung akar membengkak dan warnanya pudar, daun klorosis, layu, mengeriting dan lain-lain. Keracunan B menyebabkan ujung daun menguning, diikuti oleh nekrosis pada ujung atau tepi daun, lalu ke tulang daun.

Molibdat (Mo)

Mo bertindak sebagai pembawa elektron dalam konversi nitrat ke amonium dan penting dalam fiksasi N2. Gejala defisiensi adalah sebagai berikut : interveinal klorosis, yang diawali oleh daun tua atau tengah, kemudian ke daun muda, seperti kekurangan nitrogen, serta kadang-kdang daun seperti mangkuk. Gejala keracunan Mo jarang terjadi.[tk]

Tags:

unsur hara mikro, contoh unsur mikro, makalah unsur hara mikro, unsur mikro, kandungan hara mikro, kebutuhan zn dan cu pada tanaman, hara mikro yang paling penting, materi unsur hara mikro, contoh unsur hara, unsur hara mikro dan fungsinya
Advertisement
Unsur Hara Mikro | admin | 4.5
Leave a Reply